Alter Ego, Gives You The Sense of Completeness

Istilah alter ego pertama kali muncul dalam makalah Heinz Kohut di tahun 1971 berjudul "The Analysis of The Self". Alter ego merupakan personality/ diri kedua yang hidup atau sengaja dihidupkan dalam diri orang yang sama. Disaat seseorang menciptakan alter ego-nya, mereka akan memimpikan orang yang sama dan (secara rahasia) hidup secara ideal dengan alter ego-nya (more into desire). Hal-hal yang berhubungan dengan alter ego sudah jelas adalah sesuatu yang rahasia dan sangat jarang yang terbuka. Untuk itu, menyalahkan ataupun membenarkan alter ego orang lain sangat tidak disarankan karena ranahnya soal privacy dan personal matter




Alter Ego


Contoh paling mudah untuk membayangkan alter ego adalah membayangkan kehidupan superhero, mereka memiliki dua kehidupan dalam tubuh yang sama. Layaknya hidup normal, mereka bekerja, memiliki keluarga, bersekolah dan memiliki kelompok yang kepada kelompok tersebut dia terbuka tentang kehidupan normalnya, tetapi tidak dengan alter ego-nya. Dia hanya membuka alter ego-nya pada kelompok yang benar-benar dia percaya atau seseorang yang benar-benar memahaminya. 

Contoh paling mudah dan paling sering kita jumpai adalah mengenai orientasi seksual. Negara konservatif dan agamis seperti Indonesia dengan keras melarang hubungan sesama jenis dengan alasan apapun. Disinilah alter ego banyak dijadikan solusi (sementara) dan bermunculan karena pria/ wanita gay atau lesbian tetap ingin hidup secara normal di khalayak dan berbaur dengan lingkungan sosialnya. Lantas apakah hal tersebut salah? TIDAK dan sekali lagi, tidak ada hak bagi kita (orang lain) untuk menilai (benar atau salah-nya) urusan personal dan privacy semacam ini. Begitu banyak konsekuensi yang akan dihadapi jika seseorang membuka alter egonya (keamanan, penilaian sosial, dan status) dan "coming out" dapat pula berarti kebebasan bagi mereka yang sudah terbuka, karena mereka tidak lagi perlu menghidupkan alter-egonya ataupun menahannya. 

Kasus yang pernah saya jumpai dan nyata adanya di Indonesia adalah seorang bapak dengan tiga anak dan seorang istri yang secara rahasia memiliki kekasih lain (selingkuhan) seorang lelaki ataupun seorang pemuda. Demi mendapatkan label "normal", banyak hal dia korbankan demi menghidupkan alter egonya tersebut. Beruntung jika dia mampu merahasiakannya dari istri dan keluarganya serta kehidupan sosialnya (karir). Dari sudut pandang agama, norma, dan hukum sudah jelas dia salah. Tapi point penting dalam tulisan ini adalah saya ingin memberi masukan bahwa siapapun kita, kita tidak berhak dan tidak pantas untuk menghakimi hidup orang lain karena kita tidak tahu detail dan pengorbanan berat lainnya yang sudah dia lakukan demi menghidupkan alter ego-nya. 

Bayangkan jika kita berada di posisinya, apakah kita rela orang lain melakukan hal yang sama kepada kita? Ingatlah, seberapa keras kepala dan seberapa peduli kita pada kebaikan sesama menunjukkan seberapa primitif atau modern-nya cara berpikir kita. Tinggal anda yang menentukan mau menjadi orang primitif atau orang modern?
Alter Ego, It gives you a sense of completeness - Anonymous
Jika dikelola dengan baik, Alter Ego dapat membuat seseorang merasakan ketenangan. Namun jika secara berlebihan dieksplorasi bahkan jati dirinya dikuasai oleh alter ego-nya sendiri maka yang terjadi adalah low self esteem. Untuk memahami seseorang yang menghidupkan atau mengembangkan alter ego-nya, berikut ada beberapa informasi yang mampu membantu kamu:

  • Biasanya terjadi (dilakukan) orang yang tidak berkesempatan dengan bebas melakukan sesuatu dalam hidupnya. Bisa jadi karena berbenturan dengan (dilarang oleh) hukum, norma, agama, dan aturan tertentu.
  • Mereka membayangkan sedang berada dalam dunia yang mereka impikan dan telah mencapai (memperoleh dan menjadi) apa yang dia impikan. Dari titik ini, mereka meng-improvisasi jalur ceritanya masing-masing.
  • Kebanyakan orang tidak menyadari memiliki alter ego atau dengan sengaja memang merahasiakannya. 

Categories

management (15) supply chain (10) career (9) hairashid (9) FMCG (8) HR (7) hidayah (7) islam (7) retail (6) marketing (5) traveling (5) sales (3) recruiter (2)
Copyright © HAIRASHID | Design by HAIRASHID