Kerangka Berpikir Logis

Dimanapun tempat kita tinggal, bersekolah, dan bekerja, kemampuan untuk dapat menyelesaikan masalah sangatlah penting (problem solving skills). Terlebih dalam pekerjaan dan tugas yang memerlukan proses analisis mendalam dimana sudah tersedia data baik yang belum ataupun sudah siap diolah. Jika dalam aliran kepercayaan / agama apapun kita bisa berkilah bahwa sesuatu terjadi karena takdir dan keputusan Tuhan, campur tangan / kerja keras manusia hanya berpengaruh 1% nya saja dari keberhasilan. Mungin itu benar, tetapi tidak bisa sepenuhnya kita pasrah dengan keadaan. Setidaknya kita harus ada andil secara optimal dalam porsi 1% tersebut. 

Pada dasarnya semua hal yang ada di hidup kita saling memiliki hubungan korelasi dan tidak bisa berdiri sendiri. Disini-lah kerangka berpikir logis itu mencul dan tercipta. kerangka paling dasar adalah hubungan sebab-akibat. Jika dilakukan A maka hasilnya B. Sama halnya dengan kalimat B ada karena ada A. Bahasa simple-nya adalah melogikakan sesuatu. 



Left & Right Brain
Logika atau penalaran adalah keterampilan berpikir dengan tepat. Parameter berpikir logis salah satunya adalah keteraturan, keruntutan, kronologis, dan tertata rapih. Dibutuhkan kemampuan untuk memahami data, fakta, memahami konsep, hubungan saling keterkaitan, alasan, sebab-akibat, maksud eksplisit dan implisit, serta kemampuan untuk menarik kesimpulan.

Konsep bentuk logis adalah inti dari logika. Konsep tersebut menyatakan kesahihan (validity) sebuah argumen ditentukan oleh bentuk logisnya, bukan isinya. Dalam hal ini logika menjadi satu-satunya alat untuk menganalisis sebuah argumen, yakni hubungan antara kesimpulan dan bukti yang diberikan (premis).

Dasar penalaran dalam logika ada dua macam, yaitu deduktif (logika deduktif) dan induktif (logika induktif). Suatu argumen dikatakan deduktif jika kebenaran dari kesimpulan ditarik atau merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya. Argumen deduktif dinyatakan dengan istilah valid dan tidak valid, bukan benar dan salah-nya. Sedangkan logika induktif berangkat dari serangkaian fakta khusus untuk mencapai suatu kesimpulan umum.

Berikut adalah contoh argumen deduktif:
  • setiap mamalia memiliki glandula mamae
  • semua sapi adalah mamalia
  • kesimpulannya: setiap sapi memiliki glandula mamae

Dan ini adalah contoh argumen induktif:
  • sapi australia memiliki glandula mamae
  • sapi new zealand memiliki glandula mamae
  • sapi eropa memiliki glandula mamae
  • sapi amerika memiliki glandula mamae
  • kesimpulannya: setiap sapi memiliki glandula mamae

Apa pentingnya untuk memiliki kerangka berpikir logis?
  • mempertajam analisis terhadap suatu kejadian
  • menjadi lebih cermat, kritis, metodis, sistematis, dan koheren
  • menjadi lebih rasional dan objective
  • meningkatkan kecerdasan, lebih tajam, dan mandiri
  • terhindar dari klenik dan tahayul

---###---


Sebagai seorang manajer, kadang saya dilibatkan dalam proses recruitment anggota tim baru. Salah satu kriteria yang saya cari dan nilai adalah kemampuan mereka untuk berpikir secara logis. Lebih baik lagi jika menyertakan data dan dapat terkuantifikasi. Bagi saya interview normatif itu bisa dimanipulasi, dan goalnya adalah mencari kandidat yang kompeten dengan tugas yang akan diterimanya. Biasanya metode yang saya pakai adalah dengan menyodorkan business case, jika simpel akan saya minta diselesaikan saat itu juga. Jika lumayan kompleks, saya akan memberikan waktu maksimal 2 hari kerja untuk memikirkan solusinya. Disitulah karakter dan keunikan logika berpikir kandidat akan terlihat, apalagi jika diajukan pertanyaan spontan. 

Categories

management (15) supply chain (10) career (9) hairashid (9) FMCG (8) HR (7) hidayah (7) islam (7) retail (6) marketing (5) traveling (5) sales (3) recruiter (2)
Copyright © HAIRASHID | Design by HAIRASHID