Kompetisi di Tempat Kerja

Suatu malam, ada salah satu teman saya yang sudah memasuki dunia professional menelpon saya via WhatsApp selain untuk menanyakan kabar juga untuk curhat dan meminta pendapat. Maklum diantara kelompok kami, saya lah yang masih mahasiswa (belum bekerja) dan memiliki waktu lebih dibandingkan yang lainnya. Sekaligus, saya memang kerkeinginan bisa belajar dari pengalaman teman saya tersebut, lumayan untuk mengisi waktu di sore hari, jam 6 sore di Belanda (di Indonesia waktu itu sekitar pukul 11 malam). 

Belum sampai tiga bulan dia memasuki lingkungan kerja baru-nya. Dia mengeluhkan asisten atasannya (asisten manager) yang selalu berperilaku buruk kepadanya. Dalam tiga bulan masa probation seperti biasa, anak baru akan dinilai performanya dan sialnya penilainya adalah asisten manager tersebut. Sontak hal ini membuat teman saya sedikit ragu akan ke-objektifitasan penilaian tersebut. Sedari awal, asisten manager tersebut selalu bersikap buruk kepadanya. Dalam penilaian bulanan saja, asisten tersebut seringkali menjelek-jelekkan performa orang lain dalam rapat (bukan hanya teman saya). Dan apa yang dikatakannya terkadang tidak sesuai fakta yang terjadi, parahnya itu dipercaya oleh atasannya. Sampai detik saya menuliskan ini, belum ada penyelesaian dan kejelasan akan status teman saya tersebut, Semoga Tuhan berikan yang terbaik untuknya. 

Bersaing Sehat

Berkaca pada kisah hidup dan penuturan teman saya tersebut, harapannya saya dan pembaca dapat mengambil hikmah dan belajar. Fakta tersebut banyak terjadi di dunia kerja manapun, akan selalu ada orang buruk diantara beberapa orang baik. Tapi selalu ingat, karma itu ada dan Tuhan selalu mengawasi gerak-gerik ciptaan-Nya. Jika kita berbuat buruk ke orang lain, Tuhan dan karma tidak akan tinggal diam, balasannya tidak hanya saat itu juga, bisa besoknya, hari lainnya, atau pada keturunan kita. So be wise!

Beberapa sumber bacaan dan youtube saya rangkum untuk mendapatkan pedoman, apa saja yang perlu dilakukan dalam menghadapi persaingan di tempat kerja dan meminimalisir terjadinya hal-hal seperti kisah teman saya tersebut, sebagai berikut:
  1. Sebagai seorang yang berkepercayaan, selalu ingat Tuhan dan berdoa agar dijauhkan dari malapetaka. Mintalah perlindungan agar pekerjaan lancar dan terhindar dari mereka yang tidak senang terhadap anda.
  2. Berpikir positif tentang nilai dan arti sebuah persaingan. Anggap bahwa persaingan itu memicu semua orang untuk mengeluarkan effort terbaiknya demi memperoleh posisi yang lebih tinggi, mendapatkan reputasi yang baik, serta mendapatkan proyek yang lebih menantang. Berbeda jika anda berpikir negatif, maka akan ditempuh cara yang negatif pula seperti menjelekkan rekan kerja, mengeluh, tidak percaya diri, atau menyalahkan orang lain. Jika orang lain sudah keluar atau lewat batasan etika bersaing yang baik, anda tidak boleh ikut-ikutan. 
  3. Lebih waspada dan meningkatkan keterampilan. Fokuslah pada apa yang saat ini menjadi keunggulan anda. Lupakan keterampilan dan keunggulan orang lain. Curahkan energi untuk menghilangkan dan mengatasi kelemahan anda, bukan malah mengeluh dan mencemaskan orang lain. Lakukan hal berikut di waktu luang anda:
      • Identifikasi keterampilan terkait yang belum dan kurang anda pahami
      • Coba nilai diri anda sendiri, apa kelebihan dan kekurangan anda
      • Hubungi atasan langsung serta mintalah diberikan arahan
      • Berikan penjelasan yang bagus serta yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas anda
      • Ikuti pelatihan yang diijinkan oleh atasan anda
      • Pilih pilihlah rekan kerja dan jangan pernah menceritakan keburukanmu kepada siapapun. Simpan rencana dan plan masa depan untuk diri sendiri.
  4. Jadilah yang terbaik. Kendalikan persaingan dengan memahami suasana kantor serta bekerja melebihi deskripsi kerja. Berkomitmenlah untuk selalu memberikan yang terbaik. Percayalah bahwa persaingan selalu memacu untuk berbuat lebih baik. Lebih baik meminta pekerjaan tambahan dibandingkan menghabiskan waktu untuk pekerjaan yang sudah selesai. Buatlah standar yang lebih tinggi dibandingkan orang lain.
  5. Membina hubungan baik dengan atasan. Tidak bisa dipungkiri bahwa peran atasan sangat penting bagi perjalanan karir bawahan. Hubungan yang baik dapat membantu anda menjalankan karir dengan mulus. Contoh simple nya lakukan hal berikut:
      • Menyapa saat bertemu
      • Mengerjakan tugas yang diberikan dengan cepat, tepat, teliti, dan akurat
      • Berbicara secara sopan saat mengutarakan keinginan
      • Inisiatif melaporkan perkembangan projek yang sedang dikerjakan
      • Mengobrol atau makan siang dengannya disaat rehat
      • Berkunjung ke rumahnya untuk silaturrahmi
      • Jadilah deserved-person dengan menunjukkannya dengan prestasi.
  6. Bersinergi dengan pesaing, jadilah rekan yang baik. Berilah bantuan kepada siapapun. Hilangkan rasa takut tersaingi. Selalu baik dengan siapapun. Intinya jangan sombong terlebih kepada yang sudah jelas menjadi pesaing anda. Jangan pernah mengeluh di hadapannya.
  7. Kenali kompetitor anda dengan baik karena itu akan memberikan anda sudut pandang yang cocok untuk menyelesaikan masalahmu, serta kadang bisa menjadi senjata dan perlawanan anda.
Persaingan kerja adalah hal yang wajar. Semakin elegan anda menyikapinya, semakin bergairah anda dalam bekerja dan berkarir. 

Bersaing secara sehat

Categories

management (15) supply chain (10) career (9) hairashid (9) FMCG (8) HR (7) hidayah (7) islam (7) retail (6) marketing (5) traveling (5) sales (3) recruiter (2)
Copyright © HAIRASHID | Design by HAIRASHID