Saya Lahir Disini

Tidak susah jika masih berada di Jawa Timur untuk sekedar tahu dan pernah mendengar nama Lumajang. Berbeda halnya dengan orang di provinsi lain, setidaknya itulah hal yang seringkali saya alami saat orang bertanya asal atau kota kelahiran saya. Semenjak pindah ke Bogor di tahun 2011, telinga saya sudah amat sangat sering mendengar orang salah sangka tentang Lumajang. Ada yang menebaknya di pulau selain Jawa, ada yang meleset menebaknya di Jawa Tengah, bahkan ada juga yang setelah saya sebutkan Semeru, malah menebak Lumajang ada di Jawa Barat. Saya tidak menyalahkan siapa-siapa sih, memang kota atau lebih tepatnya kabupaten Lumajang itu sangat kecil dan terkadang tidak muncul di map sebelum di zoom.  

Ranu (Lake) Kumbolo - Lumajang
Kabupaten Lumajang adalah lembah subur di kaki Gunung Semeru berjarak sekitar 150 km dari Surabaya dengan luas 2,5 kalinya Singapura. Tidak banyak yang dapat dilakukan di pusat kota Lumajang, selain jalan jalan di Alun Alun dengan udara kota yang masih terbilang sejuk di tahun 2017 ini. Di sebelah utara, Lumajang berbatasan langsung dengan Probolinggo, di sebelah timur dengan Jember, di sebelah Barat dengan Malang, dan di Selatan adalah Samudra Hindia. Di jaman penjajahan Hindia Belanda, beberapa sumber menyatakan bahwa Lumajang dianggap sebagai "Austria Van Java" karena hijau dan subur tanahnya dengan geografi hampir menyerupai Austria. 

Di Jawa Timur, Lumajang dikenal sebagai penghasil pisang Agung, semacam pisang tanduk bahkan lebih besar (Plantain) yang sangat disarankan untuk diolah terlebih dahulu / disarankan tidak dimakan mentah. Selain pisang, sebenarnya masih banyak buah-buahan lain yang selalu ada sepanjang tahun di Lumajang, seperti kelapa, salak, kenitu (manecu), jeruk, dan nangka. Selain itu, hasil bumi Lumajang terbilang hampir mirip-mirip dengan Malang dan Batu karena suasananya yang masih dingin dan sejuk. Bayangkan saja, jam 10 siang di Lumajang, anda dapat dengan mudah menyeberang jalan raya karena masih sangat jarang kendaraan dan hampir dipastikan tidak ada macet di pusat kota Lumajang hingga artikel ini ditulis (2017).

Beberapa tempat wisata yang bisa saya sarankan untuk dikunjungi saat berada di Lumajang antara lain: 
  • Selokambang - pemandian alam, sumber air pegunungan yang sangat jernih dan dingin, dasarnya masih bebatuan alam
  • Ranu Segitiga - Ranu (lake) Klakah, Bedali, dan Pakis terbentuk karena aktivitas vulkanis beberapa gunung di sekeliling Lumajang (Bromo, Lamongan, Semeru).
  • Ranu Pane dan Ranu Regulo (tepat di bawah jalur pendakian Semeru) 
  • Gunung Semeru - Gunung tertinggi di pulau Jawa
  • Puncak B-29 - salah satu puncak pengamatan atau lebih dikenal sebagai negeri di atas awan.
  • Kebun Teh Gucialit - penghasil tes berkualitas ekspor dan masih jarang dijamah wisatawan.
  • Goa Tetes - Goa yang masih alami dan terbentuk dari aktivitas vulkanis.
  • Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
  • Pura Mandara Giri Agung (Senduro) - dibangun dari bebatuan gunung Semeru
  • Piket Nol (tempat untuk melihat lava / lahar dingin gunung semeru)
  • Air Terjun tumpak Sewu - dibuka untuk wisatawan sekitar tahun 2015 
Untuk lebih lengkapnya, beberapa sumber website mengenai destinasi wisata di Lumajang dapat diperoleh dengan meng-klik disini

Puncak Mahameru Semeru - Lumajang

Air Terjun Tumpak (Cuban) Sewu - Lumajang dari bawah

Categories

management (15) supply chain (10) career (9) hairashid (9) FMCG (8) HR (7) hidayah (7) islam (7) retail (6) marketing (5) traveling (5) sales (3) recruiter (2)
Copyright © HAIRASHID | Design by HAIRASHID