Menasehati Tanpa Menyakiti

Skill yang diulas dalam tulisan ini merupakan salah satu contoh aplikasi cara berkomunikasi yang baik (etika berkomunikasi). Tidak jarang komunikasi yang tidak tepat (miss-communication) malah berujung masalah yang semakin kompleks dan semakin susah untuk diselesaikan. Selalu dibutuhkan ketenangan, kasih sayang, dan kemampuan persuasi yang bagus untuk dapat menasehati orang lain.


Nasihat in Arabic

Terkadang kebenaran itu tertolak hanya karena cara penyampaiannya dan orang yang menyampaikan yang tidak tepat. Dan kadang dengan mudah bisa diterima bukan karena sudah dipahami maksudnya, melainkan karena tersentuhnya hati oleh rasa kasih sayang dan kesabaran yang membawanya. Untuk itu, menjadi orang yang mahir dalam menasehati juga dapat dikategorikan sebagai bakan, rejeki, dan kemampuan yang dicari-cari. 

Dalam menasehati, harus dipisahkan treatment antara menasihati orang yang dengan sengaja melakukan kesalahan dan orang benar-benar khilaf melakukan kesalahan. Selain karena bobotnya berbeda, sudah pasti penolakannya juga pasti akan berbeda. Berikut adalah cara-cara general dalam memberikan nasihat yang sudah saya rangkum:
  1. Niatkan dengan tujuan yang baik
  2. Tidak dalam rangka mempermalukan orang yang dinasihati (pelan-pelan dan suara yang halus)
  3. Menasehati secara rahasia, ruangan khusus, dan saat hatinya sedang baik
  4. Menasehati dengan mebut, sopan dan penuh kasih
  5. Tidak memaksakan kehendak dan bukan memerintah
  6. Mencari waktu yang tepat
  7. Dan terakhir, jika tidak mampu menasehati maka lebih baik diam dan meminta orang lain untuk menasehati

Categories

management (15) supply chain (10) career (9) hairashid (9) FMCG (8) HR (7) hidayah (7) islam (7) retail (6) marketing (5) traveling (5) sales (3) recruiter (2)
Copyright © HAIRASHID | Design by HAIRASHID