Vienna, Got My Attention

Dari beberapa kota di Eropa yang paling sering saya kunjungi, Vienna merupakan salah satunya. Selain karena faktor memiliki beberapa teman yang merupakan native Austria, alasan lain-nya dikarenakan suasana Vienna yang memang selalu membuat saya ketagihan untuk berkunjung lagi dan lagi. Sebagai ibukota kota di negara empat musim, Vienna tidak pernah gagal dalam memancarkan aura cantiknya. Daya tarik Vienna terpancar dari setiap sudut kota-nya, destinasi wisata-nya, alunan musik-musik instrumental khususnya Mozart and Beethoven-nya yang selalu diperdengarkan di sepanjang shopping street-nya, belum lagi wine khas Moravia yang enak selalu ada di setiap restorannya, serta warganya yang ramah dan seringkali bersedia menolong setiap turis yang meminta bantuan.

Central Park - Vienna Austria
Kunjungan kali ini terhitung sebagai kunjungan saya yang ke-lima di Vienna. Yang special dari kunjungan saya kali ini adalah ditemani oleh dua teman saya, Jan dan Mark, dua pemuda native Austria yang sedang kuliah dan bekerja di Vienna. Awal pertemuan saya dengan mereka adalah saat traveling ke Oslo beberapa bulan yang lalu. Beberapa kali ngobrol dan video call via skype, in the end Mark mengundang saya untuk berkunjung ke Vienna lagi. Dia berjanji akan mengajak saya ke vineyard dan brewery di bagian selatan kota Vienna.


===###===

Tepat pukul 5 pagi, saya sudah sampai di Ernst Happel Stadium dengan menggunakan Student Agency bus. Karena masih sangat pagi dan masih gelap, rasanya cukup aman bagi saya untuk menggunakan metro tanpa tiket (menurut penuturan Mark & Jan). Setelah turun dari bus, saya langsung berjalan sedikit menuju Stadion Metro Station dan mengambil metro U2 (purple line) ke arah Karlsplatz untuk selanjutnya berganti line ke arah Stephansplatz, satu stasiun sesudahnya di pusat kota menggunakan metro U1 (red line). Di Stephansplatz-lah meeting point saya dengan mereka berdua sambil breakfast di restoran di dekat hotel Do&Co. 

Sambil menunggu Jan and Mark, saya memesan croisant dan kopi untuk mengganjal perut. Tidak sampai 15 menit menunggu, dari kejauhan sudah nampak Mark sendirian. Mark sampaikan permintaan maaf Jan karena ternyata dia tidak bisa ikut jalan-jalan pagi ini karena ada sesuatu yang harus diurus di kampusnya, tapi sebisa mungkin nanti siang dia akan menyusul. Berhubung saya masih disini beberapa hari ke depan, menurut saya masih banyak waktu jika Jan memang hari ini tidak bisa ikut.  

Hotel Do&Co, posisinya tepat di depan Stephansplatz cathedral & station

Berhubung sedang di depan mata dan belum pernah sekalipun masuk ke dalam cathedral St. Stephens, akhirnya saya putuskan untuk masuk dan menikmati interior serta alunan lagu yang dinyanyikan jamaat-nya. Mark tidak percaya Tuhan tetapi dia bisa menjelaskan silsilah gereja baroque tersebut, alhasil selama 30 menit di dalam cathedral saya cukup puas dan bergegas harus segera ke destinasi selanjutnya. Sembari berjalan memutar melewati shopping street di Vienna yang masih sepi karena terlalu pagi, kami ambil beberapa (sesungguhnya terhitung puluhan) foto selfie yang sayangnya tidak akan saya upload di blog ini.

St. Stephan's Dom View in the morning
===###===

Destinasi wisata di Vienna sangat mudah untuk dijangkau dengan berbagai moda transportasi, tetapi berjalan kaki tetap akan menjadi favorit saya. Selain gratis, kita juga dapat dengan leluasa mengeksplor tempat yang kita suka. Cuma minusnya di waktu, karena tidak mungkin mengunjungi banyak tempat dalam waktu yang singkat. Bisa dibilang satu minggupun tidak akan cukup untuk mengeksplor kecantikan Vienna, sebab sangat banyak spot cantik yang foto-able dan memorable.

Big Bus Tour Vienna
Moda transportasi lain yang menurut saya bisa menjadi alternatif bagi turis adalah dengan menggunakan Big Bus dengan harga normal sekitar 50 EUR. Dari pengalaman saya pernah menawarnya hingga 25 EUR dan masih diberikan diskon 10 EUR karena saya ikut jadi calo tiketnya. Kelebihan jika menggunakan Bigbus adalah anda tinggal duduk dan ikut wisata dengan bus ke destinasi wisata andalannya, hanya saja waktunya amat sangat terbatas dan dibatasi. Bagi anda yang suka foto-foto sampai mendapatkan foto selfie nihil blur, alternatif Big Bus ini amat sangat tidak saya sarankan. Dari pengalaman saya, terkadang baru menginjakkan kaki di dekat sebuah statue, sudah disuruh balik ke bus lagi. Pokoknya akan menjadi serba terburu-buru. Jelas saja, mereka kan juga menginginkan perputaran uangnya semakin cepat. 

Perlu diketahui bahwa rute perjalanan dengan menggunakan big bus tour dibagi menjadi tiga berdasarkan jenis paket destinasinya. Ada yang khusus banyak mengunjungi istana dan museum, ada yang khusus berkunjung ke vineyard dan wine brewery sambil melewati istana, serta ada pula paket yang menyediakan wisata khusus penggemar musik dan shopping. Sebenarnya masih ada paket custom lain, intinya paket mereka bisa di custom jika langsung bus nya dibooking untuk sekelompok turis dan kuota minimum ordernya terpenuhi. 

===###===

Untuk menuju Schonbrunn Palace,  kami harus kembali ke Karlsplatz menggunakan metro U1 (red line) dilanjutkan berganti Metro U4 (green line) ke stasiun Metro Schönbrunn (6 stop dari karlsplatz). Perlu diketahui, Schönbrunn Palace bukanlah istana biasa atau layaknya kastil pada umumnya yang selama ini sudah saya kunjungi. Schonbrunn Palace memiliki fasilitas yang lebih, diantaranya selain interior yang indah, juga ada tiergarten (zoo), taman bunga, jogging track, green house, insect house, fountain, dan moonlight bungalou indah di atas bukit. Coba perhatikan dokumentasi Schonbrunn di bawah ini, saya sarankan jika ke Schonbrunn ambillah waktu Spring dan Summer, karena disaat itu bunga di taman bermekaran dan langit selalu cerah. 

Untuk masuk ke Tiergarten, saya perlu berjalan kaki dari gerbang pintu masuk melewati taman samping kiri dan belakang istana. Hewan yang hidup di Tiergarten lumayan beragam dari berbagai daerah dan negara, seperti beruang kutub, koala, panda, harimau sumatra, merak, pinguin, berbagai jenis ikan, reptile dan burung, ular, onta, kasuari, ilama, keledai, kuda, banteng, dan masih banya hewan-hewan lainnya. 

Tiergarten (Zoo) Schönbrunn Palace

Schonbrunn Palace (Front)

Backyard of Schonbrunn Palace

Side Left Wing Garden of Schonbrunn Palace 


===TO BE CONTINUED===

Categories

management (15) supply chain (10) career (9) hairashid (9) FMCG (8) HR (7) hidayah (7) islam (7) retail (6) marketing (5) traveling (5) sales (3) recruiter (2)
Copyright © HAIRASHID | Design by HAIRASHID