Q&A Traveling

Dilahirkan dari kedua orang tua yang suka bepergian ke berbagai tempat dan pernah memiliki usaha berhubungan dengan sektor pariwisata membuat saya tidak asing lagi dengan istilah traveling. Selain sudah mendarah daging, saya benar-benar sudah merasakan manfaat dari setiap perjalanan yang pernah saya lakukan. Bisa disebut sebagai jalan hidup, apa yang saya rasakan, pelajari, dan dapatkan selama perjalanan sungguh tidak bisa tervaluasi dengan materi. Saya bersyukur karena bisa menikmati proses yang terjadi baik sebelum, selama, dan sesudah traveling. Menurut saya, istilah "menikmati"-lah yang perlu ditekankan harus dimiliki bagi siapapun yang mengatakan memiliki hobi traveling.

Travel the world
Berikut saya sengaja mengumpulkan Question & Answer (Q&A Session) dari apa yang sering menjadi pertimbangan seseorang untuk memilih menghabiskan waktu dengan traveling, menjadikan-nya hobi, bahkan jalan hidup dan pekerjaan. Semoga cukup memberikan penjelasan dan motivasi bagi pembaca.
Kenapa harus traveling?
Jawab: Tidak harus kok, masih banyak pilihan hobi dan kegiatan lainnya. Traveling itu preference masing-masing aja. Memang sedari dulu banyak banget orang yang kalau ditanya hobby, mudah sekali bilang kalau hobinya travelling. Saya yakin setiap pribadi pasti ada alasan dan cerita unik di baliknya. 
Apakah tidak capek kalau traveling? 
Jawab: Wajar saat melakukan kegiatan apapun namanya manusia pasti ada capek-nya. Worth it! kalau misalnya capek setelah melakukan hal yang benar-benar disukai dan menikmatinya (Enjoy dong it). Kalau saya sendiri ketagihan traveling karena dari proses ngerencanain aja udah excited, pas di perjalanan dan selama di destinasi rasanya itu lhoo puas banget dan lebih bertahan lama dibandingkan dengan beli barang atau makanan, dan lagi selalu ada rasa lega dan syukur saat sudah sampai destinasi dan saat bisa kembali ke rumah dengan selamat. Makanya, bagi saya capek karena traveling itu selalu worth it! 
Modalnya berapa, mahal tidak? 
Jawab: Untuk masalah biaya, menurut saya ada kualitas pasti ada harga yang sepantasnya dibayarkan. Tergantung cara yang dipilih juga, kalau backpacker biasanya akan lebih murah daripada yang modest. Banyak cara juga kok biar bisa traveling minim budget bahkan gratis seperti saya. Kalau perencaan di awal sudah matang dan disiplin dalam ngejalanin tiap plan yang sudah kita buat pasti faktor biaya bisa ditekan. Dan lagi sekarang Alhamdulillah sudah banyak aplikasi yang menolong dan google juga semakin canggih.
Mending uangnya ditabung untuk modal nikah atau investasi.
Jawab: Untuk menjawab pertanyaan ini saya kembalikan ke pribadi masing-masing aja. Menurut saya keduanya sama-sama investasi. Jika kita bekerja untuk mengisi dompet dan tabungan, berbeda halnya dengan traveling, traveling untuk mengisi jiwa (kepuasan). Antara orang yang satu dan lainnya tidak harus sama kok, setiap orang itu unik. Kalau saya sendiri memiliki anggapan "hidup cuma sekali, saya tidak mau cuma kaya materi tetapi miskin pengalaman". 

Sebagai bahan pertimbangan saja, coba lihat bos-bos yang sudah mampu secara materi. Asumsi saya, kebanyakan dari mereka mencapai titik kemapanan hidup setidaknya di usia late 30 atau 40 tahunan. Di masa mudanya, pasti kebanyakan mereka sibuk bekerja keras dan menabung untuk dinikmati ketika merasa mapan (ini dari hasil diskusi dengan beberapa bos di kantor). Well, itu logika yang sangat umum yang menimbulkan pertanyaan, "Apakah rasanya traveling di usia 40-an akan sama rasanya dan keseruannya dibandingkan traveling di saat muda?" (You only young once!)
Kalau sedang lelah pas traveling, biasanya ngapain?
Jawab:  Kalau saya sudah lelah menggendong ransel, pastinya saya akan istirahat sejenak sambil memijat punggung dan pinggang. Selain menanamkan dalam diri bahwa saya sedang berolahraga, saya juga berusaha berpositif thinking saja. Analogikan dalam hidup jika kita lelah dalam menghadapi cobaan dan masalah, yang kita butuhkan adalah istirahat sejenak, it takes time. Give time some times, times heals almost everything right! Jangan malah menyerah karena pernah lelah dan tersakiti selama suatu perjalanan.
Biaya traveling biasanya dapat darimana?
Jawab: Kebanyakan saat ini uang pribadi dari menabunglah yang saya gunakan. Tapi sering juga mendapatkan dan mengajukan sponsor ke beberapa institusi. Sebelum kerja seperti sekarang, dulu seringnya dari menyisiihkan uang jajan dan uang saku beasiswa. 
Apakah tidak takut tersesat?
Jawab: Itu pernah, apalagi saat saya di Eropa dan di negara orang yang kebanyakan orangnya tidak menggunakan bahasa Inggris. Kalau bahasa isyarat sudah tidak bisa dipakai, ya mau tidak mau harus mandiri. Lagian, saya selalu mensyukuri moment tersesat saya malah. Soalnya kadang menemukan spot yang bagus dan bertemu orang yang benar-benar berjodoh itu seringnya dari sesuatu yang tidak disangka-sangka semacam tersesat ini.
Dari tahapan traveling, bagian mana yang paling disuka?
Jawab: kalau saya pribadi paling suka tahapan perencanaannya. Pertama karena itu menentukan 70% sukses tidaknya perjalanan kita. Kedua, mengasah kreativitas dan skill project management secara tidak langsung. Ketiga, benar-benar hectic dan rasanya itu tidak bisa dideskripsikan, kadang sampe malem kuat engga tidur cuma gara-gara terbayang-bayang destinasi atau perjalanan, So far selalu seru disaat ngerencanain-nya kalau saya.
Lebih suka traveling sendiri atau berkelompok?
Jawab: Saya pernah merasakan semuanya, tetapi kalau favorite saya sendirian. Karena lebih mudah dan sering mendapatkan teman baru dan tidak terbatas kalau sendirian. Selain itu, kita tidak perlu menunggu dan mengatur orang lain. Sukses tidaknya perjalanan dan enak tidaknya dirasakan sendiri. 
Bisa deskripsiin ga gaya travelingnya?
Jawab: Gaya traveling saya diantaranya:
  1. Saya sangat jarang menginap di hotel dan paling sering menggunakan kelas ekonomi.
  2. Seringkali saya menginap di rumah teman atau menggunakan aplikasi seperti Couchsurfing, B&B, Internations, dan masih banyak aplikasi lainnya.
  3. Saya tidak suka terburu-buru jika sedang berada di suatu tempat, saya menikmati detail perjalanan dan destinasi. Untuk itu, minimal saya menghabiskan dua hari untuk mengeksplorasi suatu tempat beserta lingkungannya.
  4. Bertemu orang baru means menemukan anggota keluarga dan teman yang baru. 
  5. Saya selalu proaktif memulai obrolan dengan orang asing (di kereta, pesawat, airport, station, etc), kuncinya cuma dengan senyum dan ketulusan. 
  6. Kuliner adalah hal yang paling tidak bisa saya lewatkan dari tempat baru.
Manfaat traveling dong biar semangat buat memulai?
Jawab: Semangat itu muncul dengan sendirinya kalau diri sudah siap. Nah biar siap itu yang memerlukan trigger. Menurut saya trigger yang paling ampuh kalau saya adalah apa yang akan diperoleh setelahnya. 
  • Traveling itu mengasah kemampuan perencanaan dan pesiapan dalam menghadapi tantangan. memikirkan bekal pergi dan kembali bagaimana supaya cukup. barang bawaan seperlunya, researach singkat tentang destinasi, menjaga kesehatan, merincikan tujuan, biaya, transportasi, akomodasi, konsumsi, dsb.
  • traveling mengajarkan kita untuk lebih menikmati hidup, baik susah ataupun senang kebanyakan traveler sejati akan minim mengeluh dan menikati apa adanya. ada yang salah dalam diri seseorang yang merasa jenuh dalam perjalanannya. entah itu dia sedang tidak mood, banyak masalah, atau memang sudah biasa mudah jenuh sebagai dasar sifatnya. intinya traveling akan sia-sia jika gagal untuk menikmati.
  • Traveling juga mengajarkan selalu bersyukur, terlebih disaat sampai tujuan dan pulang dengan selamat.


===END OF Q&A===

Categories

management (15) supply chain (10) career (9) hairashid (9) FMCG (8) HR (7) hidayah (7) islam (7) retail (6) marketing (5) traveling (5) sales (3) recruiter (2)
Copyright © HAIRASHID | Design by HAIRASHID