Quitting Social Media

Quitting Social Media for Good
Beberapa dari pembaca tentunya pernah tahu atau bahkan pernah mangalami mendapatkan tantangan "New Good Habit in One Month" yang bertujuan untuk membentuk kebiasaan baik dalam satu bulan dengan harapan kebiasaan tersebut berpengaruh besar dan dapat merubah kehidupan pelakunya. Tidak jauh berbeda dengan tantangan "New good habit in One Month", Emma Fierberg juga melakukan tantangan serupa dan dimuat dalam laman Business Insider (klik disini). Terinspirasi dari tantangan tersebutlah, saya tergerak / terinspirasi untuk melakukan hal yang sama karena saya juga merasa ada yang salah dengan kebiasaan saya dalam menggunakan smartphone, khususnya social media. Saya putuskan untuk memulai tantangan tersebut di awal November 2017 dengan harapan, saya bisa menjadi lebih produktif dan lebih bijak dalam menggunakan waktu. 

I Quit Social Media

Langkah awal yang saya lakukan di hari pertama adalah meng-uninstall aplikasi social media yang paling sering saya buka dan paling mengkonsumsi baterai handphone saya. List aplikasi tersebut langsung tersedia disaat saya melakukan pengaturan pada optimasi daya baterai. Dengan cukup berat, akhirnya saya memutuskan untuk meng-uninstall instagram dan LINE yang berada di urutan teratas dalam hal mengkonsumsi daya. Untuk sekedar informasi, daftar aplikasi media sosial yang ada di handphone saya kala itu diantaranya: Instagram, Linkedin, Facebook, LINE, WhatsApp, Messenger, Telegram, Twitter, Pinterest, Google Plus, dan Skype.

Hari pertama hingga akhir minggu pertama rasanya lumayan berat dan perlu pembiasaan. Dari yang sebelumnya saya suka posting di instagram ataupun LINE dan meng-scroll timeline hingga bagian terbawah hanya untuk ingin tahu kegiatan teman yang bahkan tidak saya kenal dekat dan bisa jadi mereka juga bahkan tidak peduli atau tidak mengetahui keberadaan saya yang setiap hari suka membagikan likes pada postingan mereka. 

Dengan memiliki pola pikir demikian, minggu kedua penderitaan saya secara rasional sedikit terobati. Lagipula apapun yang ada di instagram dan media sosial lainnya hanya semu dan palsu. Semua orang menghabiskan waktu berjam-jam untuk tampil paling sempurna, berjam-jam dihabiskan sekedar untuk memilih penampilan / gambar terbaik, mengedit foto, membuat caption, serta berkorban ratusan bahkan jutaan hanya untuk mengikuti trend kekinian. Belum lagi, terkadang perasaan FOMO hadir jika terlalu sering melihat postingan teman yang pamer hanya kebahagiaan seolah hidupnya paling sempurna, padahal tidak. 

Terasa lambat tetapi pasti, kehidupan saya mengalami perubahan. Saya jadi bisa tidur lebih nyenyak seperti yang Emma rasakan. Saya merasa memiliki waktu lebih untuk berolah raga dan membaca buku-buku yang pernah saya beli. Penghasilan saya dari pekerjaan freelance yang saya lakukan juga bertambah karena saya tidak lagi menjadi deadliners dan semua pekerjaan saya bisa selesai tepat waktu. 

Saya rasa untuk seterusnya saya akan uninstall instagram dan LINE karena saya tidak ingin keproduktivitasan saya hilang. Sebijak apapun saya kedepannya, pasti akan dan masih tergoda untuk membuka media social semacam instagram yang sedang nge-trend di generasi millenial. Target selanjutnya adalah menyisakan aplikasi yang perlu-perlu saja di handphone agar menjadi lebih produktif dan mengurangi ketergantungan pada smartphone. 

===###===

Kesimpulannya, dari awalnya was-was tidak bisa meninggalkan media sosial, saya akhirnya menjadi pribadi yang saat ini ogah-ogahan menyentuh handphone bila tidak perlu atau jika tidak ada urusan pekerjaan. Perubahan lain yang saya rasakan adalah semakin banyak waktu yang saya habiskan untuk ngobrol dengan ibu, kakak, dan teman yang benar-benar saya kenal dekat. Dampak negatifnya mungkin kecil, tetapi saya menjadi apatis terhadap hal-hal yang memang sudah seharusnya tidak perlu saya pikirkan, seperti hidup orang lain, kegiatannya, apapun yang dia ikuti dan share, serta tanggapan mereka terhadap hidup saya. 

Dari banyaknya dampak positif yang saya rasakan tersebut, Saya berharap pembaca bisa termotivasi untuk melakukan hal yang sama demi kebaikan pribadi. Sekecil apapun perubahan atau pilihan yang kita buat dalam hidup pasti sangat berpengaruh pada kesuksesan kita ke depannya. 

Categories

management (15) supply chain (10) career (9) hairashid (9) FMCG (8) HR (7) hidayah (7) islam (7) retail (6) marketing (5) traveling (5) sales (3) recruiter (2)
Copyright © HAIRASHID | Design by HAIRASHID