Headhunter: Executive Recruiter

Headhunter - Executive Recruiter
Well, sekarang mungkin adalah waktu yang tepat buat berbagi pengalaman pribadi saya  yang hampir menjadi executive recruiter (executive headhunter) salah satu firm international yang namanya sangat patut untuk dipertimbangkan di dunia professional di Asia-Pacific. Kejadiannya sudah lebih dari satu tahun yang lalu, tetapi masih membekas betul proses-proses seleksinya, serta masih lengkap catatan-catatan serta bahan pertimbangan saya di salah satu akun media sosial yang sengaja saya setting private. 

Pertama, ijinkan saya menjelaskan apa itu executive recruiter dari hasil research kecil-kecilan yang saya lakukan dan terkonfirmasi selama proses seleksinya. FYI, proses terakhir yang saya jalani bersama mereka adalah tahap penandatanganan kontrak/ offering letter. Executive recruiter adalah orang yang memiliki peran sebagai sales, konsultan karir, head-hunter, advisor, and sedikit memerlukan kemampuan HR. Tugas mereka adalah presentasi ke client tentang jasa yang ditawarkan, mencari kandidat yang dirasa sesuai dan potensial untuk mengisi posisi C-level ke atas, dan mengurus segala sesuatunya yang berhubungan dengan proses transisi pekerjaan. 

Seperti yang sebelumnya saya sebutkan, peran executive recruiter memerlukan keterampilan cold-calling yang handal, which is itu termasuk di dalam kompetensi wajib seorang sales. Seperti halnya sales asuransi, produk yang kamu tawarkan tidaklah berwujud dan merupakan manusia. Bear in mind, manusia adalah contoh konkret produk yang susah diatur, misalnya tidak jarang kandidat yang kamu tawarkan adalah pekerja senior dengan usia, pengalaman, dan jabatan yang pastinya di atas kamu. Otomatis kamu harus berusaha untuk mengimbangi mereka, di sisi lain kamu harus mengatur mereka, tetapi pada kenyataannya tidak sedikit malah client yang mengatur atau bahkan tidak bersedia diatur.

Dari hasil research kecil-kecilan yang saya lakukan sebelum interview, di bawah ini adalah beberapa skill yang harus dimiliki jika ada diantara pembaca yang berminat atau sedang diproses juga menjadi executive recruiter.


  1. Communication skills: kamu harus terbiasa berkomunikasi secara efektif karena mostly kamu akan berhubungan dengan senior professional (clients and candidate)baik secara lisan dan tertulis. 
  2. Phone manner: Sebagai salah satu bentuk sales, seperti halnya sales kartu kredit atau asuransi, kamu akan banyak berhubungan dengan orang melalui telepon (telemarketing). Kamu harus berlatih melakukan cold calling dan harus enjoy dalam melakukannya. Bear in mind, A lot of NO is a normal answer in sales.  
  3. Sales skills: Secara terpisah saya sebutkan sales skills sangat penting karena lingkup dari sales techniques itu sendiri yang sangat luas dan perlu diasah dengan berlatih. Executive recruiter harus bisa menjual jasa yang mereka tawarkan kepada perusahaan client dan juga harus meyakinkan kandidat untuk mengambil kesempatan yang ditawarkan. 
  4. Proactive Networking: Ingat, keyword-nya adalah menjadi proaktif karena Recruiters must constantly search for new contacts either as a candidate or a client. Seorang recruiter harus nyaman berkomunikasi baik secara face to face atau melalui telepon ataupun melalui media sosial. Jangan pernah berpikir bahwa proses mencari kandidat C-level yang available dan bersedia melakukan career movement akan mudah, sebaliknya "kandidat terbaik yang diinginkan client seringkali sedang berada dalam zona nyaman mereka/ masih bekerja". 
  5. Negotiation skills: Sebagai penghubung antara client dan candidate, kewajiban seorang executive recruiter adalah membuat kedua belah pihak merasa happy and satisfied. Terkait dengan proses "membajak" di nomor 4, kemampuan negosiasi menjadi salah satu skill yang benar-benar patut diperhitungkan untuk dimiliki. 
  6. Patience & Self-motivated with good planning & time management skills: Menemukan a suitable candidate can take a while. Pastinya kamu memerlukan kesabaran baik dalam menghadapi pribadi kandidat dan client juga memerlukan kesabaran dalam hal finansial menunggu client melunasi fee dari jasa yang ditawarkan. Selain itu, executive recruiter harus selalu semangat dan menyembunyikan kesedihan dan kemarahan di depan pihak yang berhubungan serta menjaga keprofesionalitasan. Dan kunci dari itu semua sebenarnya berada pada kemampuan planning segala sesuatunya dengan baik.
  7. Empathy (having good listening, writing, and communication skills): Singkat kata, sama halnya seperti seorang sales, executive recruiter harus menjadi pendengar yang baik. Secara tidak langsung executive recruiter akan menjadi tempat curhat antara client dan candidate. Tidak boleh ada condong ke salah satu pihak dan selalu ingat, jika terpaksa terjadi maka prinsip/ aturan yang harus dipegang adalah client always wins. Berdasarkan career plan dan job description, executive recruiter harus mampu mencarikan candidate yang paling sesuai untuk client.
  8. Technology-savvy skills: Di jaman semaju ini jika kita tertinggal untuk urusan yang melibatkan media sosial dan gadget rasanya sungguh sangat keterlaluan. Saya kemampuan se-sederhana Ms. Office dan mengoperasikan LinkedIn sudah menjadi kewajiban dan menjadi tuntutan kompetensi terkini.  

Setelah mengetahui skill-skill yang harus dimiliki, rasanya perlu untuk tahu benefit menjadi executive recruiter sebagai penyemangat. Pertama, kamu menentukan seberapa salary yang akan kamu terima. Selain mendapatkan basic salary yang well-standard kamu juga bisa mendapat komisi berdasarkan jumlah kandidat yang lolos dari perusahaan client. Aturan seperti itu rasanya sudah standar dalam profesi sales. Selanjutnya adalah benefit non-materi yang sangat patut diperhitungkan yaitu skill HR, knowledge dan network dengan orang-orang penting.    

Sebagai catatan jika kamu memulai karir di industri headhunter dari nol, jangan patah semangat di bulan pertama karena itu baru awalan dan kamu masih perlu membangun kompetensi dan database pribadi, masih banyak hal yang perlu dipelajari dengan cepat. Dan jangan pernah berharap untuk langsung dipercayakan untuk mencari kandidat C-level di awal, kamu masih memerlukan latihan untuk placement posisi di bawahnya. Believe me, as your skill and knowledge grow, so will your jobs and income.

Categories

management (15) supply chain (10) career (9) hairashid (9) FMCG (8) HR (7) hidayah (7) islam (7) retail (6) marketing (5) traveling (5) sales (3) recruiter (2)
Copyright © HAIRASHID | Design by HAIRASHID